Menurut rencana besuk Sabtu, tanggal 12 April 2008 di Hotel Solo Inn Mendiknas Bambang Sudibyo akan mencanangkan Propinsi Jawa tengah sebagai propinsi Vokasi. Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur jawa tengah, seluruh Bupati/Walikota dan kepala dinas pendidikan se Jawa tengah. Pada kesempatan itu Wakil Bupati Kendal Dra.Hj.Siti Nur Markesi dan Kepala Dinas Dikpora merencanakan hadir.
Menurut informasi yang diterima penulis pada kesempatan itu kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah akan memaparkan Blueprint Propinsi Vokasi dan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MOU antara Mendiknas, Gubernur Jawa Tengah dan seluruh Bupati/Walikota untuk mewujudkan program percepatan pencapaian Jawa Tengah sebagai propinsi Vokasi. Salah satu indikatornya adalah terwujudnya perbandingan jumlah murid SMK dan SMA mencapai 60 : 40.
Bagimana kesiapan Kabupaten Kendal untuk memberikan dukungan pembentukan propinsi vokasi tersebut? Berikut ini akan kami paparkan kondisi pendidikan memengah di Kabupaten Kendal.
Kabupaten Kendal memiliki Sekolah Menengah sebanyak 61 sekolah yang terdiri dari 30 SMA, 11 MA dan 24 SMK dengan jumlah murid sebanyak 27.295 anak. Adapun perinciannya adalah : siswa SMA sebanyak 12.680 yang terdiri dari siswa SMA di Sekolah Negeri sebanyak 8.218 dan di SMA Swasta sebanyak 4.462 siswa. Jumlah seluruh siswa SMK adalah 11.379 terdiri dari siswa di SMKNegeri sebanyak 3.014 dan sekolah swasta sebanyak 8.356.
Berdasarkan jumlah tersebut maka proporsi jumlah siswa SMK dibandingkan dengan SMA adalah 11.370 : 12.680 atau 47 : 53. Upaya yang dilakukan untuk mempercepat penambahan jumlah siswa SMK pada tahun 2008 dilakukan dengan beberapa cara antara lain :
Membangun ruang kelas baru sebanyak 20 ruang di SMK melalui dana dari Direktorat pembinaan SMK, APBD Propinsi maupun swadaya masyarakat. Dengan penambahan ruang kelas sebanyak ini diharapkan dapat menambah jumlah murid sebanyak 800 siswa.
Jumat, 11 April 2008
Minggu, 16 Maret 2008
Hasil pertemuan dengan Dinas Kendal dan ICT
Kami ucapkan terimakasih kepada Bp Utomo Ka SUBDIN DIKMEN beserta staff, Bp Kepala Sekolah SMK 1 Kendal serta staff, Bp. Hendy Koordinator ICT
.
Temuan di ICT :
1. Masih terjadi miss komunikasi dengan dinas pendidikan
2. Client 43 sudah terpasang 35 , dengan bandwidth Full Jardiknas dari Dinas Pendidikan
3. Pustakamaya sudah ada
4. Dapodik mahasiswa tidak dilibatkan dalam pencarian data, entry- hingga kurang 100 %
5. Wali kecamatan belom jalan yang bekerja hanya mhsw yang ada di ICT dan di Dinas
6. Pendamping Perencanaan sudah berjalan.
7. Schoolnet belum di sosialisasikan.
8. Voip belum dijalankan lagi.
Temuan di Dinas Pendidikan :
1. Terjadi mis komunikasi dengan ICT, seolah2 Dinas di bawah ICT yang di SMK 1 Kendal
2. Koneksi lambat untuk karena bandwidth secara full disedot ICT untuk dishare ke sekolah, meski juniper di dinas, di routing ke ict dishare sekolah dan dinas.
3. Dapodik kurang 100 % masalahnya : data dari sekolah banyak yang manual, dinas tidak bisa upload data
4. Pendamping perencanaan yang di dinas 1 orang sudah jalan, tetapi Wali kecamatan tidak jalan. Penempatan Magang mahasiswa oleh dinas pendidikan.
5. Pustakamaya belum ada
6. Schoolnet belum disosialisasikan oleh dinas.
7. Dinas sangat peduli dengan pemberdayaan ICT untuk keperluan kedinasan dan peningkatan sdm sekolah-sekolah dan merancang SMP , SMA SMK terhubung ke ICT memanfaatkan jaringan dari pemkab yang sudah ada.
8. Voip belum jalan.
Solusi setelah pertemuan di Dinas Pendidikan :
1. Kedudukan ICT Kab yang berada di SMK N 1 Kendal dibawah Dinas Pendidikan ( Lihat SK ), dan ICT wajib membantu kelancaran tugas2 Dinas Pendidikan khususnya terkait jardiknas, dapodik dstnya.
2. Agar Dinas bisa upload data, maka disepakati saat upload koneksi ke ICT bisa diputus dulu dan disambung setelah selesai.
3. Pendataan Dapodik harus melibatkan pend perencanaan dan mengoptimalkan wali kecamatan dan mahasiswa. Sekoloah sekolah sudah diberikan CD untuk entry data.
4. Pustakamaya dinas siap menyediakan 1 PC untuk webserver sekaligus server data dinas. 5. Akan mengundang MGMP di kab Kendal agar memanfaatkan pustakamaya untuk sarana pembelajaran secara lokal. dan pengiriman data dari sekolah2 cukup uplload dari sekolah masing2.
5. Pembuatannya disanggupi oleh ICT dalam waktu 5 hari.
6. Schoolnet dalam waktu dekat akan disosialisasikan serta akan dbuat proposalnya, terutama bagi sekolah yang belom mendapatkan bantuan client ICT.
7. Dinas telah menyiapkan dana untuk sekolah2 yang belom terhubung untuk diberikan bantuan alat dan repeater. Dengan memanfaatkan jaringan Pembakab melalui KPDE di Kecamatan2, puskesmas.
8. Pemanfaat Voip akan dijalankan lagi agar terjadi penghematan biaya telp ke setiap sekolah yang sudah tersambung.
9. Mahasiswa magang akan dipantau dan akan dikumpulkan di ICT sekolah dengan secara berkala pihak dinas hadir.
Demikian hasil pertemuan kami di Kab Kendal, mohon maaf apabila kami ada kesalahan kata selama pertemuan tersebut. Dan bila diperlukan untuk sosialisasi kami siap hadir mendampingi.
Terimakasih
salam kardiyono
kardiyono_smk1btg@yahoo.com
.
Temuan di ICT :
1. Masih terjadi miss komunikasi dengan dinas pendidikan
2. Client 43 sudah terpasang 35 , dengan bandwidth Full Jardiknas dari Dinas Pendidikan
3. Pustakamaya sudah ada
4. Dapodik mahasiswa tidak dilibatkan dalam pencarian data, entry- hingga kurang 100 %
5. Wali kecamatan belom jalan yang bekerja hanya mhsw yang ada di ICT dan di Dinas
6. Pendamping Perencanaan sudah berjalan.
7. Schoolnet belum di sosialisasikan.
8. Voip belum dijalankan lagi.
Temuan di Dinas Pendidikan :
1. Terjadi mis komunikasi dengan ICT, seolah2 Dinas di bawah ICT yang di SMK 1 Kendal
2. Koneksi lambat untuk karena bandwidth secara full disedot ICT untuk dishare ke sekolah, meski juniper di dinas, di routing ke ict dishare sekolah dan dinas.
3. Dapodik kurang 100 % masalahnya : data dari sekolah banyak yang manual, dinas tidak bisa upload data
4. Pendamping perencanaan yang di dinas 1 orang sudah jalan, tetapi Wali kecamatan tidak jalan. Penempatan Magang mahasiswa oleh dinas pendidikan.
5. Pustakamaya belum ada
6. Schoolnet belum disosialisasikan oleh dinas.
7. Dinas sangat peduli dengan pemberdayaan ICT untuk keperluan kedinasan dan peningkatan sdm sekolah-sekolah dan merancang SMP , SMA SMK terhubung ke ICT memanfaatkan jaringan dari pemkab yang sudah ada.
8. Voip belum jalan.
Solusi setelah pertemuan di Dinas Pendidikan :
1. Kedudukan ICT Kab yang berada di SMK N 1 Kendal dibawah Dinas Pendidikan ( Lihat SK ), dan ICT wajib membantu kelancaran tugas2 Dinas Pendidikan khususnya terkait jardiknas, dapodik dstnya.
2. Agar Dinas bisa upload data, maka disepakati saat upload koneksi ke ICT bisa diputus dulu dan disambung setelah selesai.
3. Pendataan Dapodik harus melibatkan pend perencanaan dan mengoptimalkan wali kecamatan dan mahasiswa. Sekoloah sekolah sudah diberikan CD untuk entry data.
4. Pustakamaya dinas siap menyediakan 1 PC untuk webserver sekaligus server data dinas. 5. Akan mengundang MGMP di kab Kendal agar memanfaatkan pustakamaya untuk sarana pembelajaran secara lokal. dan pengiriman data dari sekolah2 cukup uplload dari sekolah masing2.
5. Pembuatannya disanggupi oleh ICT dalam waktu 5 hari.
6. Schoolnet dalam waktu dekat akan disosialisasikan serta akan dbuat proposalnya, terutama bagi sekolah yang belom mendapatkan bantuan client ICT.
7. Dinas telah menyiapkan dana untuk sekolah2 yang belom terhubung untuk diberikan bantuan alat dan repeater. Dengan memanfaatkan jaringan Pembakab melalui KPDE di Kecamatan2, puskesmas.
8. Pemanfaat Voip akan dijalankan lagi agar terjadi penghematan biaya telp ke setiap sekolah yang sudah tersambung.
9. Mahasiswa magang akan dipantau dan akan dikumpulkan di ICT sekolah dengan secara berkala pihak dinas hadir.
Demikian hasil pertemuan kami di Kab Kendal, mohon maaf apabila kami ada kesalahan kata selama pertemuan tersebut. Dan bila diperlukan untuk sosialisasi kami siap hadir mendampingi.
Terimakasih
salam kardiyono
kardiyono_smk1btg@yahoo.com
Senin, 18 Februari 2008
Program Dikmen Tahun 2008 dan sumber pembiayaan
Sumber Dana APBD Kabupaten ( dalam proses pembahasan) :
1. Alat Laboratorium IPA (2 sekolah a. Rp. 50.000.000)
2. Alat Laboratorium bahasa (1 sekolah a Rp. 100.000.000)
3. Pengembangan ICT dan promosi SMK (Rp. 100.000.000)
4. Unit Sekolah Baru lanjutan (Rp. 500.000.000,-)
5. Raport TK/SD/SMP/SMA/SMK (rp. 230.000.000,-)
Sumber Dana : APBD Propinsi Jawa Tengah
1. Pengembangan kewirausahaan ( 1 sekolah a. Rp. 20.000.000,-)
2. Uji kompetensi siswa SMK (3 sekolah a. Rp. 20.000.000,-)
3. Unit Sekolah Baru SMK (2 sekolah a. Rp. 250.000.000,-)
4. Alat Laboratorium bahasa (3 sekolah a. Rp. 50.000.000,-)
5. Buku penunjang ( 6 sekolah a. Rp. 19.000.000,-)
6. Alat Laboratorium Komputer ( 1 sekolah a. Rp. 50.000.000)
7. Alat bengkel SMK (1 sekolah a. Rp. 50.000.000,-)
8. Ruang laboratiorium IPA ( 1 sekolah a. Rp. 50.000.000,-)
9. Ruang Perpustakaan ( 1 sekolah a. Rp. 60.000.000)
10. Laboraorium bahasa/ komputer imersi ( 1 sekolah a. Rp. 120.000.000)
11. SIM Perpustakaan ( 3 sekolah a Rp. 25.000.000,-)
12. Pengembangan Carier Center (1 sekolah a. Rp. 50.000.000,-)
13. Rehabilitasi Ruang SMK ( 3 sekolah a. Rp. 60.000.000)
14. Rehabilitasi SMA ( 1 sekolah a. Rp. 60.000.000,-)
15. Ruang Kelas baru SMK ( 3 sekolah a Rp. 75.000.000,-)
16. SMK Kelas Jauh (2 sekolah a. Rp. 30.000.000,-)
17. Fasilitasi Keunggulan Lokal ( 1 sekolah a. Rp. 50.000.000)
Sumber Dana : APBN (Dekonsentrasi)
1. Ruang kelas Baru SMA ( 1 sekolah a Rp. 90.000.000)
2. Rehabilitasi SMA ( 1 sekolah a. Rp. 45.000.000)
3. Ruang dan alat Laboratorium IPA (1 sekolah a. Rp. 140.000.000)
4. Ruang Perpustakaan dan buku ( 1 sekolah a. Rp. 140.000.000)
5. Peralatan Komputer ( 3 sekolah a. Rp. 110.000.000)
6. Buku dan alat sains ( 1 sekolah a. Rp. 73.000.000)
7. Sekolah Kategori Mandiri ( 6 sekolah a Rp. 100.000.000)
8. Bantuian Operasional Manajemen Mutu ( 2 sekolah a. Rp. 50.000.000)
9. Beasiswa Keluarga Kurang Mampu/BKKM ( 1148 siswa . Rp. 780.000)
10. Beasiswa prestasi ( 48 siswa a. Rp. 780.000)
11 Bantuan Operasional Mutu SMK ( semua siswa SMK a Rp. 75.000/tahun)
Sumber Dana : Bantuan Gubernur (dalam proses pengajuan)
Sumber Dana : APBN SMK (dalam proses pengajuan)
1. Alat Laboratorium IPA (2 sekolah a. Rp. 50.000.000)
2. Alat Laboratorium bahasa (1 sekolah a Rp. 100.000.000)
3. Pengembangan ICT dan promosi SMK (Rp. 100.000.000)
4. Unit Sekolah Baru lanjutan (Rp. 500.000.000,-)
5. Raport TK/SD/SMP/SMA/SMK (rp. 230.000.000,-)
Sumber Dana : APBD Propinsi Jawa Tengah
1. Pengembangan kewirausahaan ( 1 sekolah a. Rp. 20.000.000,-)
2. Uji kompetensi siswa SMK (3 sekolah a. Rp. 20.000.000,-)
3. Unit Sekolah Baru SMK (2 sekolah a. Rp. 250.000.000,-)
4. Alat Laboratorium bahasa (3 sekolah a. Rp. 50.000.000,-)
5. Buku penunjang ( 6 sekolah a. Rp. 19.000.000,-)
6. Alat Laboratorium Komputer ( 1 sekolah a. Rp. 50.000.000)
7. Alat bengkel SMK (1 sekolah a. Rp. 50.000.000,-)
8. Ruang laboratiorium IPA ( 1 sekolah a. Rp. 50.000.000,-)
9. Ruang Perpustakaan ( 1 sekolah a. Rp. 60.000.000)
10. Laboraorium bahasa/ komputer imersi ( 1 sekolah a. Rp. 120.000.000)
11. SIM Perpustakaan ( 3 sekolah a Rp. 25.000.000,-)
12. Pengembangan Carier Center (1 sekolah a. Rp. 50.000.000,-)
13. Rehabilitasi Ruang SMK ( 3 sekolah a. Rp. 60.000.000)
14. Rehabilitasi SMA ( 1 sekolah a. Rp. 60.000.000,-)
15. Ruang Kelas baru SMK ( 3 sekolah a Rp. 75.000.000,-)
16. SMK Kelas Jauh (2 sekolah a. Rp. 30.000.000,-)
17. Fasilitasi Keunggulan Lokal ( 1 sekolah a. Rp. 50.000.000)
Sumber Dana : APBN (Dekonsentrasi)
1. Ruang kelas Baru SMA ( 1 sekolah a Rp. 90.000.000)
2. Rehabilitasi SMA ( 1 sekolah a. Rp. 45.000.000)
3. Ruang dan alat Laboratorium IPA (1 sekolah a. Rp. 140.000.000)
4. Ruang Perpustakaan dan buku ( 1 sekolah a. Rp. 140.000.000)
5. Peralatan Komputer ( 3 sekolah a. Rp. 110.000.000)
6. Buku dan alat sains ( 1 sekolah a. Rp. 73.000.000)
7. Sekolah Kategori Mandiri ( 6 sekolah a Rp. 100.000.000)
8. Bantuian Operasional Manajemen Mutu ( 2 sekolah a. Rp. 50.000.000)
9. Beasiswa Keluarga Kurang Mampu/BKKM ( 1148 siswa . Rp. 780.000)
10. Beasiswa prestasi ( 48 siswa a. Rp. 780.000)
11 Bantuan Operasional Mutu SMK ( semua siswa SMK a Rp. 75.000/tahun)
Sumber Dana : Bantuan Gubernur (dalam proses pengajuan)
Sumber Dana : APBN SMK (dalam proses pengajuan)
Data Siswa SMA per Januari 2008
Kelas X : 4424 siswa
Kelas XI : 4144 siswa
Kelas XII : 4056 siswa
Jumlah : 12469 siswa
Kelas XI : 4144 siswa
Kelas XII : 4056 siswa
Jumlah : 12469 siswa
Data Guru SMA Per Januari 2008
Berdasarkan Tingkat Pendidikan :
1. Diploma II : 4 orang
2. Diploma III : 45 orang
3. Sarjana : 438 orang
4. Strata II : 6 orang
1. Diploma II : 4 orang
2. Diploma III : 45 orang
3. Sarjana : 438 orang
4. Strata II : 6 orang
Kebutuhan Sarana dan Prasarana SMA Keadaan 31 Januari 2008
1. Ruang Perpustakaan : 4 sekolah
2. Ruang Lab. Fisika : 18 sekolah
3. Ruang Lab Kimia : 17 sekolah
4. Ruang Lab. Biologi : 18 sekolah
5. Ruang Lab. Komputer : 1 sekolah
6. Ruang Kelas Baru : 15 Ruang
7. Ruang Ketrampilan : 17 sekolah
8. Ruang UKS : 7 sekolah
(sumber : Rekap Profil SMA januari 2008)
2. Ruang Lab. Fisika : 18 sekolah
3. Ruang Lab Kimia : 17 sekolah
4. Ruang Lab. Biologi : 18 sekolah
5. Ruang Lab. Komputer : 1 sekolah
6. Ruang Kelas Baru : 15 Ruang
7. Ruang Ketrampilan : 17 sekolah
8. Ruang UKS : 7 sekolah
(sumber : Rekap Profil SMA januari 2008)
Catatan Kategori Sekolah
Rintisan Sekolah Berstandar Internasional :
1. SMK Negeri 2 Kendal
2. SMA Negeri 1 Kendal (dalam proses verifikasi)
Sekolah Kategori Mandiri
1. SMA Negeri 1 Weleri
2. SMA Negeri 1 Boja
1. SMK Negeri 2 Kendal
2. SMA Negeri 1 Kendal (dalam proses verifikasi)
Sekolah Kategori Mandiri
1. SMA Negeri 1 Weleri
2. SMA Negeri 1 Boja
Langganan:
Postingan (Atom)